Model Pembelajaran Quantum Teaching (Bagian-4)

Model Pembelajaran Quantum Teaching (Bagian-4)

Manfaat Model Pembelajaran Quantum Teaching adalah : sikap positif, motivasi, ketrampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri, sukses.

#1. Peta konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang di tuangkan dalam bentuk gambaran atau grafik. Menurut Nacy Murgilulier yang dikutip Rose dan Nicholl sebelum belajar kita memvisualisasikan gambar dengan pikiran kita dan mengkaitkannya dengan konsep-konsep. Langkah-langkah tehnik penggunaan peta menurut Rose dan Nicholl antara lain : A. Mulai degan topik di tengah halaman: Tulislah gagasan utama di tengah-tengah halaman kertas dan lingkupilah dengan segitiga atau bentuk-bentuk lain ,sehingga kita terdorong untuk mendefinisikan gagasan inti subjek yang dipelajari sebagai titik awal yang efektif. B. Buat cabang-cabangnya: Tambahkan cabang keluar untuk setiap poin atas gagasan utama antrara lima atau tuju cabang jangan terlalu banyak. C. Gunakan kata-kata kunci: Kata kunci adalah kata yang menyampaikan isi sebuah gagasan dan memudahkan memicu ingatan kita. MIsal: Tambahkan symbol-simbol dan ilustrasi mendapatkan ingatan yang lebih baik, gunakan huruf kapital, tulis gagasan penting dengan huruf yang lebih besar, hidupkanlah peta pikiran anda dengan hal-hal yang menarik, garis bawahi kata-kata itu \gunakan huruf miring atau tebal, siaplah kreatif dan berani. D. Lakukan sendiri dan jangan takut salah atau jelek , gunakan sebanyak mungkin ganbar yang memang membantu pemahaman anda sendiri. Gunakan bentuk-bentuk acak untuk gagasan sendiri. Buatlah peta konsep secara horizontal,agar dapat ruang bagi gagasan anda

#2. Cara membelajarkan peta konsep secara klasikal:

Cara pembelajaran degan konsep ini perlu di sajikan dengan metode tugas kerja kelompok . Adapun contoh langkah –langkahnya adalah sebagai berikut: 1) Guru melakukan apresiasi dengan pertanyaan pada materi model-model pembelajaran. 2)Gunakan pertanyaan tentang dimensi-dimensi atau cakupan materi dari model-model pembelajaran. 3) Sambil bertanya guru mencoba mentranfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep. 4)Perbaiki peta konsep yang belum terstuktur. 5)Setelah gambar peta jadi di papan tulis , guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi yang ada. 6)Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok,ke mudian siwa kerja kelompok untuk menbuat peta konsep untuk itu di berikan batas waktu misalnya 10-15 menit.Jika siswa sudah terbiasa mambuat peta konsep siswa sudah dapat ditugaskan secara individu atau kelompok kecil per dua orang. 7) Selama siswa menyusun peta konsep, guru keliling untuk memberikan penjelasan jika ada kelompok yang bertanya. 8) Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep pengelompokan dan atributnya. 9)Setelah selesai wakil-wakil kelompok disuruh maju untuk mempresentasikan. Sementara kelompok lain diberikan kesempatan untuk menanggapi dan masukan. 10) Jika diperlukan guru memberikan penjelasan kepada materi yang belum dapat dipahami siswa. 11) Berikan masukan terhadap hasil pekerjakan siswa. 12) Lakukan postest tentang konsep yang dikuasai. 13) Berikan siswa untuk memberikan masukan terhadap cara pembelajaran guru sebagai evaluasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

# 3. Teknik Memori yaitu teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dengan cara kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Daya ingat kita dapat ditingkatkan dan menurut Gunawan (2004) otak suka dengan hal yang bersifat: Ekstrem berlebihan/tidak masuk akal, penuh warna, multi sensor, lucu, melibatkan emosi, melibatkan irama atau musik, tindakan aktif, gambar tiga domensi dan hidup/aktif, menggunakan asosiasi, imajinasi, humor, simbol, nomor dan urutan. Teknik memori memiliki hambatan yaitu orang tua atau guru menganggap konyol jika kita berfikir tidak masuk akal. Namun cara ini sangat efektif karena otak kita menyimpan gambar dan makna.

Berikut ini adalah contoh kegiatan pembelajaran model quantum teaching:

#Kegiatan pendahuluan : Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi model-model pembelajaran. Memberi pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi dari model-model pembelajaran.

#Kegiatan inti :Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep, memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstuktur. Setelah peta konsep jadi, memberi tugas kepada siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep. Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya selama siswa menyusun peta konsep. Wakil-wakil kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sementara itu kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan. Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa

#Kegiatan Penutup : Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa. Siswa mengerjakan postest. Guru memberi kesempatan siswa untuk memberi masukan tentang cara pmbelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post